Judul: A Young Girl
Created by: Fister Wae
Part: 1-7 [End]
Ada wanita yang berumur 15 tahun, ya 1 tahun lebih muda dariku. Namanya Aisa Mikoto, ia berasal dari Jepang yang datang ke Sekolah ku sebagai Murid Pindahan, sejak itu hidupku berubah drastis, dari nilai yang tiba-tiba tinggi padahal aku terlalu bodoh untuk mempelajari pelajaran ini.Aku pun saat menuju perjalanan pulang bertemu dengan Gadis itu, gadis itu pun menyapa saya dengan Senyuman nya yang manis, aku pun membalasnya dengan Senyum ketakutan karena aku lihat ada Darah di sekitar Lengan nya, aku pun bertanya "itu kenapa yahh, kok berdarah begitu?" Ia bertanya balik "kenapa kamu bisa melihat darah ini, padahal yang lain bersikap biasa saja?"
Aku pun semakin heran karna tiba tiba matanya berubah menjadi Mata berwarna Biru, mata yang pernah aku lihat dalam mimpiku.
Apakah ini maksudnya....
-
Yahh, waktu itu didalam mimpi aku bertemu dengan seorang wanita muda yang memakai Kimono, sepertinya ia Gadis Kuil.
Ia membawa Katana yang berlumuran darah dan menatapku dengan tatapan mata biru nya yang menakutkan, ia mengayunkan Pedangnya ke arah ku dan...
"Hey, kenapa kamu melamun begitu?" Tanya gadis itu yang menyadarkan ku dari lamunan menakutkan itu, aku menjawab "tidak apa apa kok, ngomong ngomong kamu bukannya murid baru yahh? Soalnya aku pernah melihat mu di Sekolah ku" ia menjawab "ohh iya, aku pernah melihatmu di sekolah itu, berarti kita satu sekolah yahh" .
"Ohh yah, aku perkenalkan diriku, namaku Aisa Mikoto dari Tokyo, maaf bila tingkah ku membuat mu bingung." Ia memperkenalkan diri sebari menjabat tanganku. Penyakit ku mulai kumat dan aku segera memperkenalkan diriku sambil berkata "Anu, namaku Fister Wae, tapi kau dapat memanggilku Fister. Aku adalah Pelajar paling bodoh menurut orang sekitar sini", setelah ia melepaskan tanganku penyakit ku sudah hilang, ia berkata "sudah, aku pulang dulu, besok kita bertemu di kantin sekolah yahh." Aku pun membalasnya dengan berkata "oke lah, aku tunggu besok" sesudah itu aku pun bergegas pulang karna sebentar lagi waktu nya makan malam di rumahku.
Ngomong ngomong soal penyakit ku itu aku namai "Fistelergi", penyakit itu muncul bila aku melakukan kontak fisik dengan wanita (Berjabat tangan, wanita itu menyentuh bahu ku, Dll) dan efek nya seperti yang paling ringan yaitu Mata kiri ku menutup rapat tanpa sadar dan yang paling berat yaitu Aku pingsan.
Aku pun sampai dirumah dimana aku hanya disambut dengan tante ku yang masih muda bernama Charlie, ibu dan ayah ku sedang tidak ada dirumah dikarenakan mereka liburan, aku memberi salam "Aku pulang tante, apakah makan malam sudah siap?"
Tante ku membalas salamku dengan nada lembut "ohh, Fista kau sudah pulang, ini tante siapkan makanan kesukaan mu, Daging sapi campur bumbu ayam. Silahkan di makan" yahh seluruh anggota keluarga ku termasuk tante ku sering memanggil ku Fista, walaupun aku sering di panggil Fister oleh beberapa orang.
Setelah makan malam, aku pun membersihkan diriku dan tidur, didalam mimpi ku aku melihat wanita itu lagi, memakai Kimono dan membawa Katana itu, ia berkata kepada ku "Dari dalam badan mu, mengalir darah yang... apakah mungkin, kau adalah seorang Majutsu" aku pun heran dan bertanya "tunggu, apa itu Majutsu dan apa hubungannya dengan ku, sebenarnya siapa kau ini?" Ia menjawab "kau tidak perlu siapa aku, aku adalah Bayangan yang menghantui mu sampai Aku membuktikan bahwa kau adalah seorang Majutsu".
Tiba tiba wanita itu menghilang dibalik asap hitam yang muncul dan...
Treng3x... Jam Alarm berbunyi kencang membangunkan ku dan aku bergegas mandi, ganti baju, Breakfast dan pergi ke Sekolah soalnya hari ini sering macet, di dalam perjalanan, aku berpikir tentang mimpi semalam "apa itu Majutsu, itu seperti dari bahasa Jepang, apa sebaiknya aku bertanya kepada Aisa?"
Tiba-tiba ada paket yang mendarat ke kepala ku entah dari mana, dan dilihat dari luar nya, ini memakai bahasa kanji.
-
Tiba tiba muncul semburan api yang akan menyambar ku, aku pun tidak sadar menggunakan tangan ku untuk menahan api itu, tiba tiba api itu hilang saat menyentuh tangan ku dan anehnya, tangan ku tidak merasakan pansnya api ini.
"Kekuatan macam apa itu, kenapa sihirku tidak membunuh mu?" Tanya seseorang yang tidak aku kenal, ternyata ia yang tadi menyambar api itu entah menggunakan apa, aku pun bertanya balik "siapa kau sebenarnya, dan apa tujuanmu!!!" Ia pun tertawa sambil berkata "hahahahah, kau tidak perlu mengetahui nama asli ku, tapi akan kuberikan nama sihir, yaitu FiringBall152 dan kau boleh memanggil ku Red Shadow, kau pasti sudah kenal dengan Gadis Kuil yang menghantui mu di mimpi mu."
"Tunggu dulu, apakah kau kenal dengan orang itu, siapa dia sebenarnya?" Tanya ku, ia menjawab " ia adalah sisi lain dirimu, sudah lah aku pergi dulu nanti kita bertemu kembali" setelah itu muncul kobaran api yang menyelimuti nya dan ia hilang bersama kobaran api itu.
Fister pun bertanya kepada dirinya, siapa ia dan apa maunya, lalu kenapa sambaran api itu bisa hilang saat menyentuh tangan kanan ku, entahlah mungkin...
Setelah itu aku langsung pergi ke sekolah dan masuk kelas.
Masih terngiang ngiang didalam pikiran ku, kenapa ada orang seperti itu dan apa maksudnya, di tambah lagi keajaiban tangan kanan ku dan arti Majutsu, setelah jam pelajaran selesai saat nya aku istirahat di kantin, disana ada Aisa yang sudah menunggu ku, saat ia melihat ku ia memanggil ku "sini Fister, aku ingin menunjukkan sesuatu kepada mu?" Aku pun menghampiri nya, duduk dan bertanya dengan malu malu "apa itu?" Ia menjawab sambil menunjuk kan sesuatu "Ta-da, aku punya bekal buatan ku sendiri, tapi ini terlalu banyak jadi aku ingin berbagi dengan mu." Sial, penyakit ku mulai kambuh lagi, kali ini bukan mata kiri, tapi kaki ku terasa mati rasa "ohh, tapi aku pun punya bekal, tapi tidak apa apa, kau berikan saja kepadaku setengah, lagian aku tidak sempat menghabiskan sarapan pagi ku tadi pagi" ia pun berkata "ohh yasudah, ini aku berikan kepada mu" Penyakit ku mulai hilang memudar.
Disaat kami memakan bekal kami masing masing, aku bertanya kepada nya "ngomong ngomong, apakah kau tau apa arti Majutsu" ia pun menjawab "kalai tidak salah, Majutsu itu artinya sihir, bisa juga Penyihir".
Aku pun tercengang, lalu aku bertanya lagi kepada nya "ngomong ngomong, apa aku boleh bermain ke rumah mu, yahh dirumah ku tidak ada siapa siapa, soalnya tante ku sering pulang malam, dan kedua orangtua ku belum pulang dari liburan nya" ia pun berkata "ohh, yahh sudahlah dirumaku juga tidak ada siapa siapa soalnya mereka pergi untuk waktu 3 bulan dari kemarin, baiklah aku akan mengajak mu ke rumah ku" sesudah itu aku sangat kagum dengan Aisa Mikoto, dan aku ingin menjelaskan semuanya kepadanya soal kejadian tadi pagi.
-
Bel pun berbunyi dan guru mengumumkan bahwa mereka mengadakan rapat mendadak sehingga semua sekolah dipulangkan, Aisa pun senang sebari berkata kepada ku "sepertinya kita pulang lebih awal, berarti aku akan membeli bahan makanan untuk nanto dirumah, untuk sementara kau pergi dulu kerumahku" aku pun bertanya "anu, tapi aku tidak tau dimana letak jelas rumah mu itu?" Ia berkata "ini dia aku tulis alamat rumah ku dan ini kuncinya" sebari memberikan kunci dan secarik kertas kepadaku, aku pun berkata "baiklah, aku akan ke rumah mu duluan, sesudah itu aku akan menunggu mu, jangan kelamaan yahh." Aisa menjawab "Baiklah, sesudah itu pun kami pun pergi, Aisa ke toko membeli bahan makanan, sedangkan aku mencari rumah Aisa dengan bermodalkan selembar kertas berisikan alamat yang aku simpan di loker pensilku agar aman.
Saat di perjalanan, tiba tiba didepanku muncul 2 orang entah dari mana dengan baju yang berlumuran darah dan tubuh bekas goresan pedang, mereka berkata "serahkan kunci itu bila kau ingin selamat!!!" Aku pun bertanya "siapa kalian? Dan apa mau kalian!!!" Mereka menjawab "kami adalah mayat hidup yang bangkit akibat buku sihir yang kau bawa itu" Tunggu dulu, buku sihir? Apakah buku itu yang dimaksud mereka!
-
Kemudian 2 mayat itu menyerang ku dari dua sisi yang berbeda, saat mereka akan menangkap ku, diriku berguling kedepan layaknya Militer, sesudah berguling, aku melihat mereka tengah berpeluk mesra, walaupun mereka laki-laki "untung tadi aku menghindar, kalau tidak bisa jadi apa diriku dipeluk gituan" pikirku sambil mengeluarkan sesuatu, dan aku membawa Knuckle Gear, sebenarnya namanya Brass Knuckle tapi telah aku tambahkan paku di tiap tonjolannya dan aku namakan itu, aku pun menyerang keduanya dengan pukulan keras dan... darah pun berceceran kemana mana, tapi mereka tidak merasakan apa apa setelah terkena serangan ku tadi, dan mereka balas menyerang, tiba tiba...
Muncul entah apa serangan dasyat yang membuat tubuh mereka hancur dan hanya darah ditanah yang tersisa, aku pun melihat sekeliling, ternyata ada seorang wanita dengan baju militer dan ia mengenakan Topeng hitam-biru, aku pun bertanya "siapa kau?" Ia tidak merespon dan langsung pergi.
Sesudah itu aku pun pergi dari sana dan sampai dirumah Aisa, aku pun mengecek apakah pintu terkunci, ternyata tidak sama sekali dan aku masuk kedalam, aku menemukan boneka imut yang menyerupai manusia, yahh semacam gadis loli itu, baru tau aku Aisa mempunyai boneka seperti itu, lalu aku mencoba menyentuh hidungnya, tiba tiba boneka itu menggigit jariku sambil berkata "dasar kau kurang ajar" aku pun kesakitan sambil berkata "Sial!!!" Ternyata ia benar benar seorang Gadis imut.
-
Aisa pun datang dan melihat gadis itu dan berkata "ahh, Reiko-chan ternyata kau menyusulku kesini yahh?" "ohh iya nee-san, soalnya aku khawatir dengan keadaan kota jaman sekarang, banyak orang tak dikenal masuk rumah sembarangan" katanya sebari menatapku serius, Aisa pun menghela napas sambil berkata "ia itu temanku, Fister namanya" ia pun terkejut dan minta maaf kepadaku, aku pun tercengang dan aku pun berbisik kepada Aisa "ia sebenarnya siapa, soalnya aku tidak tahu siapa dia?" Aisa menjawab "ia Reiko, adikku dari yahh kamu tau kan, dan ia akan memasak sesuatu untuk kita" Sial, penyakit ku mulai kumat saat aku mendengar kata "Kita".
Sementara Reiko adik Aisa memasak makanan untuk kami, aku pun menceritakan semuanya kepada Aisa dan ia kaget dengan nada dingin "sepertinya bukan hanya aku saja yang diteror, tapi kau juga. Tapi apa alasannya?" Aku pun tercengang dan bertanya "tunggu dulu, jadi sebelum aku kau juga diteror, tapi bisa kau ceritakan Alasan nya?" Aisa pun bercerita dengan raut muka yang begitu serius dan menyeramkan "dulu, ayah ku terkenal akan ilmu spiritual nya dan ia membuat sebuah magis yang luar biasa kekuatan nya dalam sebuah buku, tapi beberapa penyihir menginginkan kekuatan itu untuk dirinya sendiri, akhirnya ia memecahkan buku itu menjadi 2 bagian, 1 dariku dan 1 lagi entah dimana" Aku pun teringat buku yang aku temukan pagi tadi, aku pun mengeluarkan buku itu dan berkata "apakah buku itu seperti ini? Aku menemukan buku ini sebelum aku bertemu orang aneh yang menyemburkan api entah darimana" Aisa pun kaget dan bertanya bisik "itu adalah 1 bagian buku yang aku ceritakan, sepertinya kita berdua mendapatkan masalah"
Saat Reiko kembali dengan masakannya, kami menyembunyikan buku itu secara terpisah, satu di tas ku dan satu lagi di tas Aisa.
-
Keesokan harinya...
Aku pun berjalan santai di sekitar kompleks sebari siaga, takut takut penyihir itu muncul kembali, tiba tiba... BRRUUKKK!!!
ada yang menabrak ku dari arah depan hingga aku jatuh dan orang itu jatuh mendarat di atas badanku, saat aku selidiki, ternyata ia Aisa. Langsung saja mati rasa kakiku akibat penyakit Fistelergi-ku "aduh, maaf yahh aku buru buru... ehh anu Fister" kaget Aisa sambil segera bangun "aduh Aisa, kenapa kau buru buru, mana aku sekarang terasa sakit tidak bisa berdiri" keluh ku sambil memegang kakiku, padahal aku sedang pura pura agar ia tidak tau perihal penyakit yang sebagian orang anggap konyol. Aisa pun menjawab "aku barusan ada yang mengejarku, tapi kurasa dia sudah pergi." "Sini tangan mu, biar aku angkat?" Ucap Aisa sebari mengulurkan tangannya kepada ku, aku pun mengalami grogi level dewa tapi akan aku tahan untuk sementara waktu, aku pun memegang tangan Aisa sesudah itu aku mengucapkan terima kasih, sesudah itu aku pun berkata kepada Aisa "lebih baik kau bareng dengan ku ke Sekolah ok" Aisa pun menjawab dengan malu malu "umm... baiklah kalau begitu."
Kami pun sampai di sekolah, sesudah itu kami ke kelas dan bersamaan guru pun datang, Guru pun memberi pengumuman "hari ini kita kedatangan seseorang, ia akan menggantikan saya sebagai guru selama 3 bulan, ini dia" lalu muncul seseorang yang guru maksud, semuanya pun kaget, ternyata ia seorang gadis kecil dan aku berteriak "Reiko!!!" Aisa pun berkata "aku lupa bilang kepada mu Fister, ia itu sarjana pendidikan"
Sesudah pulang sekolah aku pun merasa diikuti, dan saat aku menengok kebelakang, ada yang menyerang ku dan aku mengelak, ternyata ia adalah Wanita bertopeng itu. Ia pun berkata kepadaku "Aku disini ingin mengetes kekuatan tangan kanan mu." Dan ia langsung mengeluarkan serangan listrik dari tangan nya dan mengeluarkan dalam bentuk Laser kepada ku, aku pun menahannya dengan tangan kanan ku dan laser itu lenyap seperti kaca pecah.
-
Wanita bertopeng itu pun berkata "tahukah tau kamu apa itu Imagine Breaker?" Aku pun menjawab "tidak, memang apa itu Imagine Breaker?" Ia menjelaskan "itu adalah kekuatan yang muncul sejak lahir penggunanya, dan ia tidak dibuat dengan bantuan Ilmiah maupun Supranatural, tapi secara keseluruhan ia dapat menghilangkan kekuatan sihir atau pun ilmiah seperti yang kau lakukan pada Railgun-ku"
Aku pun bertanya "apakah tangan ku ini yang disebut Imagine Breaker?"
Ia menjawab "iya, karna itulah penyihir yang kau hadapi waktu itu ingin membunuh mu, mereka merasa Imagine Breaker adalah ancaman tapi kekuatan mu juga adalah penyelamat bagi penyihir yang lemah karna itulah aku ingin kau pergi dari kota ini, tenang saja aku yang akan menjadi dirimu"
Aku pun memahami maksud ia itu, tapi aku pun bertanya "bagaimana aku bisa pergi dari sini, kalau mereka terus mengejar ku?" Ia berkata "bawa koper ini isinya adalah topeng yang akan kau gunakan untuk mengungkapkan kebenaran walaupun harus melakukan kekerasan, dan disana ada GPS untuk menunjukkan tujuan mu, sementara itu aku akan mengirim mu ke Dunia dimensi lain, agar kau cepat sampai di titik tujuan mu, semoga berhasil" aku pun berkata "Baiklah"
Sesudah itu muncul asap dari bawah diriku dan perlahan pemandangan di sekitar ku berubah menjadi lapangan luas tanpa tinggi dan rendah, aku pun berkata "well, seperti nya aku akan menjalani perjalanan panjang, tapi aku akan menggunakan topeng ini untuk mengungkapkan kebenaran walaupun harus menggunakan kekerasan, Because that is my choices!!!"
Aku pun berjalan di gurun dunia dimensi lain ini dengan bimbingan GPS yang terdapat di dalam koper yang aku pegang ini.
The End...
cuman itu saja yang bisa saya tulis, dan nanti ada lanjutan OS ini dengan Judul yang berbeda, tunggu yahh oke ;)
Facebook:
https://www.facebook.com/fister.wae